Sejarah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dimulai jauh sebelum organisasi ini resmi didirikan pada 1950, yaitu pada masa penjajahan Belanda. Pada waktu itu, para dokter pribumi yang terlatih dalam dunia kedokteran masih sangat terbatas, dan banyak dari mereka tergabung dalam organisasi bentukan Belanda, seperti Vereniging van Indische Artsen. Organisasi ini lebih mengutamakan kepentingan dokter asing dan kurang memberi ruang bagi dokter pribumi untuk berkembang. Keterbatasan ini menciptakan kesadaran bahwa dokter Indonesia membutuhkan wadah sendiri yang bisa memperjuangkan hak-hak mereka, serta memberikan ruang bagi mereka untuk lebih berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia yang baru merdeka.
Dengan Indonesia yang baru meraih kemerdekaan pada tahun 1945, kebutuhan akan organisasi profesi yang lebih mandiri semakin mendesak. Para dokter yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan menyadari bahwa untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia, mereka harus memiliki kekuatan organisasi yang dapat menyatukan suara mereka. Pada 1950, seiring dengan suasana kebangkitan nasional, gagasan untuk mendirikan organisasi dokter yang independen akhirnya terwujud dalam Kongres Dokter Indonesia pertama yang diadakan di Solo, Jawa Tengah. Di sinilah para dokter Indonesia menyepakati pembentukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dengan tujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan profesi dokter dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa kunjungi link berikut ini: https://idikotariau.org/
Proses pembentukan IDI berlangsung di tengah situasi sosial dan politik yang penuh tantangan. Setelah kemerdekaan, Indonesia masih berjuang untuk membangun berbagai sektor, termasuk kesehatan, yang sangat terabaikan selama masa penjajahan. Para pendiri IDI, yang terdiri dari tokoh-tokoh penting seperti Dr. Soeharso, Dr. Sumantri, dan Dr. Roeslan Abdulgani, memahami pentingnya organisasi ini sebagai alat untuk memperjuangkan hak-hak dokter dan menyatukan tenaga medis Indonesia dalam sebuah wadah yang dapat berkolaborasi untuk memajukan dunia kedokteran.
Pendirian IDI juga menunjukkan semangat nasionalisme yang tinggi, karena organisasi ini bertujuan untuk menggantikan peran organisasi kedokteran yang lebih mengutamakan kepentingan pihak kolonial. Setelah berdirinya IDI, para dokter Indonesia tidak hanya memiliki wadah untuk meningkatkan profesionalisme mereka, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan kesehatan bangsa. Sejak itu, IDI terus berkembang dan bertransformasi, menjadi pilar utama dalam dunia medis Indonesia. Kilasan sejarah IDI ini menggambarkan perjalanan panjang yang diawali dengan perjuangan para dokter untuk mencapai kemandirian dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia.